Siapapun tahu dan tidak akan menyangkal kalo air yang murni itu tidak memiliki warna. Sama seperti kaca, Bening! Lantas mengapa air laut berwarna biru? And...langit juga berwarna biru?
Cari ketemu cari, akhirnya ketemu juga data dari fisikaasyik.com bahwa warna biru itu berasal dari cahaya matahari yang memiliki panjang gelombang yang besar. Ketika memasuki atmosfir Bumi, panjang gelombangnya mengecil dan memencar. Panjang gelombang yang baru ini besarnya sama dengan panjang gelombang warna biru.
Sebenarnya, peristiwa ini tidak berbeda dengan masuknya cahaya melalui prisma. Cahaya yang masuk bakal terbias menjadi beberapa warna utama: ungu, nila, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Warna ungu memiliki panjang-gelombang tertinggi, dan warna merah terkecil - sehingga muncul istilah ultraungu dan inframerah.
So, bagaimana dengan air laut yang berwarna biru? Hal itu karena pantulan gelombang warna itu. Itulah sebabnya kenapa air di bak mandi kita kadang-kadang terlihat hijau atau biru atau putih.
Cahaya matahari sebenarnya berwarna putih. Cahaya putih itu sendiri merupakan gabungan dari berbagai energi gelombang. Kenapa tampak kuning? Tak lain karena
terbiasnya gelombang warna biru. Nggak percaya? Kamu bisa buktiin dengan cara berikut. Arahkan tiga buah lampu bewarna merah, biru dan hijau pada satu layar. Gabungkan dari ketiga warna cahaya ini bakal menghasilkan warna putih. Lalu coba
matikan lampu biru, maka gabungan kedua lampu lainnya merah dan hijau akan menghasilkan warna kuning. So Masih nggak percaya silahkan lakukan
percobaan sendiri. Selamat mencoba......
Friday, February 27, 2009
Friday, February 13, 2009
Aliran sesat lagi...aliran sesat lagi.........cape deh....
Pagi tadi saya lihat berita di televisi yang menjelaskan bahwa ada aliran sesat baru yang bernama “Dunung Urip” yang dipimpin oleh Suliyani seorang warga Blitar, Jawa Timur. Aliran ini meminta setiap pengikutnya bersedekah sebesar 4 juta rupiah sebagai tiket untuk masuk surga. Aliran ini mengajarkan dan meminta pengikutnya bersedekah 4 juta rupiah kepada pemimpinnya dan para pengikutnya diberi iming-iming masuk surga tanpa menjalankan syariat agama.
Sebetulnya aliran sesat bukanlah barang baru.....barang lama dengan kemasan baru yang intinya sama saja membodohi masyarakat yang mau dibodohi dan membodohkan diri. Atau memang masyarakat sudah jenuh kali ya dengan hal-hal yang terlalu kaku yang dirasa membelenggu kehidupan mereka, dan aliran sesat dianggap sebagai sang pembebas...???
Aliran sesat nampaknya tak habis-habisnya bermunculan di Indonesia. Sebelumnya kita dihebohkan dengan “aliran sex massal Satria Piningit Weteng Buwono” yang dipimpin oleh Agus Imam Solichin salah seorang warga di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. alam aliran tersebut diajarkan bahwa kita tidak wajib sholat. Selain pengajian, aliran Satria Piningit Weteng Buwono juga menggelar ritual ngesek bersama. Para pengikut dan pasangannya melakukan hubungan seksual dalam 1 kamar. Jemaah aliran Satrio Piningit Weteng Buwono mengaku pimpinan mereka Agus Imam Solihin sebagai tuhan. Sang pimpinan dapat membebaskan salat, puasa, dan zakat.
Tahun 2008 lalu Majelis Ulama Indonesia menyatakan telah mengeluarkan daftar sembilan aliran kepercayaan yang dianggap menyesatkan antara lain
1. Islam Jamaah
2. Ahmadiyah
3. Ikrar Sunah
4. Qur'an Suci
5. Sholat Dua Bahasa
6. Lia Eden
7. Dan masih banyak juga aliran yang bergerak di tingkat lokal.
Adapun Kriteria Aliran Sesat menurut MUI yaitu :
1. Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
7. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i
Namun demikian, ditambahkan pula bahwa penentuan ini tidak boleh dilakukan (apalagi ditindak) oleh sembarang orang, melainkan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Data, informasi, bukti, dan saksi tentang paham, pemikiran, dan aktivitas kelompok atau aliran tersebut diteliti oleh Komisi Pengkajian.
2. Selanjutnya, Komisi Pengkajian memanggil pimpinan aliran atau kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang didapat. Hasilnya kemudian disampaikan kepada Dewan Pimpinan.
3. Bila dipandang perlu, Dewan Pimpinan dapat menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan mengeluarkan fatwa.
Kalau kita melihat perbandingan di zaman khalifah Abu Bakar As-Shiddiq, di propinsi Yamamah ada juga Musailamah Al-Kadzdzab yang mengaku sebagai nabi bahkan didukung penuh oleh orang-orang di daerahnya. Musailamah kemudian dibunuh oleh Wahsyi pada pertempuran Yamamah.
Kenapa aliran sesat begitu mudah berkembang di negeri ini yang mayoritas muslim .setidaknya ada beberapa jawaban antara lain :
1. Karena mencari hidayah Allah dengan cara yang salah: bertapa dan merenung.
Islam tidak mengenal bertapa. Ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dapat melalui shaum, tahajjud dan dzikir. Justru ketika bertapa atau merenung, syaitan akan lebih mudah masuk, sampai-sampai ada orang yang mengaku menjadi nabi.
2. Karena ada orang yang dipuji secara berlebihan, dikultuskan, dianggap suci.
3. Ujung-ujungnya duit, atau hal porno.
Ada pula aliran sesat yang tujuannya mengumpulkan harta, salah satunya LDII. Mereka punya baiat setelah syahadat, harus patuh kepada imam jauh di atas kepatuhan terhadap orang tua dan kepada suami (bagi wanita). Bentuk kepatuhan tersebut juga dapat berupa pengalihan nama surat-surat tanah menjadi milik imam atau guru, sehingga si imam menjadi orang yang sangat kaya dengan kekayaan yang berasal dari muridnya. Ada pula aliran di Jawa Barat yang cara ibadahnya ialah di dalam kegelapan, cenderung kepada perdukunan. Setelah diteliti, ternyata mereka beribadah tanpa busana, sungguh hal yang sangat jauh dari petunjuk Allah Swt, naudzu billah min dzalik. Ujung-ujungnya tentu agar si imam dapat memilih wanita sesuka nafsunya, sangat jauh dari ajaran Islam.
4. Penyebaran da’wah belum merata.
5. Pengaruh materi
Karena miskin harta dan miskin aqidah, maka dengan mudah orang akan menggadaikan bahkan memperjual belikan aqidahnya. Hal ini pernah disinyalir oleh Rasulullah dalam sabdanya:
“Menurut penuturan Abu Hurairah ra. Rasullulah pernah bersabda : segeralah kamu melakukan amal saleh sebelum datang suatu masa dimana penuh dengan fitnah yang membawa suasana menjadi gelap gulita laksana tengah malam yang pekat pada pagi hari seseorang masih beriman, namun esok paginya dia sudah menjadi kafir, karena menjual agamanya dengan sedikit kekayaan dunia”. (HR. Muslim) Apa yang disinyalir nabi nampaknya telah menjadi kenyataan. Di antara mereka yang tampil menjadi pemimpin yang sesat dan menyesatkan itu adalah untuk memperkaya diri dengan membodohi pengikutnya. Ini dilakukan dengan memungut bayaran atau iuran yang banyak dengan iming-iming penghapusan dosa atau menjanjikan surga.
6. Lemahnya kontrol pemerintah
Walaupun suatu aliran sudah di nyatakan sesat oleh MUI, dan ditolak oleh masyarakat Islam karena meresahkan, namun setelah itu aliran-aliran sesat tersebut tetap saja masih leluasa bergerak dan menyebarkan paham yang mereka anut. Ini bisa terjadi karena lemahnya kontrol dan tidak tegasnya pemerintah. Di zaman Abu Bakar r.a juga pernah muncul nabi palsu. Namun Abu Bakar cepat bergerak memerangi sampai keakar-akarnya.Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi maraknya paham dan aliran sesat yang berkembang agar umat bisa selamat antara lain :
a. Kembali kepada Alquran dan Sunnah
Agar kita bisa selamat dari tipu daya aliran sesat.Tidak ada jalan lain dengan cara membentengi aqidah serta kembali kepada Alquran dan Sunnah, mempelajarinya dengan serius dan bersungguh-sungguh. Juga menjadikannya pedoman dan panduan dalam segenap aspek kehidupan kita sebagaimana ayat Allah:
“Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”.(QS Al isra : 9)
b. Menyiapkan kader ulama
Kelangkaan ulama yang telah menyebabkan maraknya perkembangan aliran sesat dapat diantisipasi dengan berusaha secara bersama menyiapkan kader ulama yang mendalami dan menguasai ilmu keislaman. Di samping itu masyarakat juga harus berhati-hati dalam memilih dan memilah pengajian yang akan diikuti. Harus di pastikan benar ulama yang membimbing pengajian tersebut memiliki ilmu agama yang mendalam dan memiliki kepribadian Islam serta taat beribadah dan memiliki akhlak yang mulia.
c. Meningkatkan pendidikan agama
Kepada pemerintah kita sangat berharap agar lebih menambah jumlah jam pendidikan agama di sekolah mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Ini bertujuan agar anak-anak kita mendapatkan bekal pendidikan agama yang memadai untuk diamalkan dan guna membentengi diri dari berbagai aliran sesat. Juga tentunya orang tua sangat berperan dalam hal ini agar lebih serius dalam mendidik anak.
d. Meningkatkan pembinaan aqidah
Untuk membentengi diri dari aliran sesat maka aqidah umat harus diperkuat. Aqidah yang murni bersumber dari alquran dan hadis. Begitu pentingnya aqidah tidak kurang selama 13 tahun di Mekah kesibukan utama Rasullullah adalah membina aqidah umat, menanamkan bibit aqidah kedalam lubuk hati manusia sehingga benar kokoh.
e. Bersikap tegas
Ketegasan pemerintah menjadi salah satu kunci agar aliran sesat tidak lagi marak berkembang di negeri ini. Karena jika pemerintah tidak tegas maka aliran sesat akan semakin mengkhwatirkan perkembangannya. Bahkan tidak mustahil suatu waktu akan muncul aliran sesat yang mengancam keutuhan NKRI (Negara kesatuan republik Indonesia) yang kita cintai ini.
Pepatah mengatakan “Mati satu tumbuh seribu, patah tumbuh hilang berganti”.. Besok ini aliran apa lagi yang muncul ya??
Sebetulnya aliran sesat bukanlah barang baru.....barang lama dengan kemasan baru yang intinya sama saja membodohi masyarakat yang mau dibodohi dan membodohkan diri. Atau memang masyarakat sudah jenuh kali ya dengan hal-hal yang terlalu kaku yang dirasa membelenggu kehidupan mereka, dan aliran sesat dianggap sebagai sang pembebas...???
Aliran sesat nampaknya tak habis-habisnya bermunculan di Indonesia. Sebelumnya kita dihebohkan dengan “aliran sex massal Satria Piningit Weteng Buwono” yang dipimpin oleh Agus Imam Solichin salah seorang warga di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. alam aliran tersebut diajarkan bahwa kita tidak wajib sholat. Selain pengajian, aliran Satria Piningit Weteng Buwono juga menggelar ritual ngesek bersama. Para pengikut dan pasangannya melakukan hubungan seksual dalam 1 kamar. Jemaah aliran Satrio Piningit Weteng Buwono mengaku pimpinan mereka Agus Imam Solihin sebagai tuhan. Sang pimpinan dapat membebaskan salat, puasa, dan zakat.
Tahun 2008 lalu Majelis Ulama Indonesia menyatakan telah mengeluarkan daftar sembilan aliran kepercayaan yang dianggap menyesatkan antara lain
1. Islam Jamaah
2. Ahmadiyah
3. Ikrar Sunah
4. Qur'an Suci
5. Sholat Dua Bahasa
6. Lia Eden
7. Dan masih banyak juga aliran yang bergerak di tingkat lokal.
Adapun Kriteria Aliran Sesat menurut MUI yaitu :
1. Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
7. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i
Namun demikian, ditambahkan pula bahwa penentuan ini tidak boleh dilakukan (apalagi ditindak) oleh sembarang orang, melainkan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Data, informasi, bukti, dan saksi tentang paham, pemikiran, dan aktivitas kelompok atau aliran tersebut diteliti oleh Komisi Pengkajian.
2. Selanjutnya, Komisi Pengkajian memanggil pimpinan aliran atau kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang didapat. Hasilnya kemudian disampaikan kepada Dewan Pimpinan.
3. Bila dipandang perlu, Dewan Pimpinan dapat menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan mengeluarkan fatwa.
Kalau kita melihat perbandingan di zaman khalifah Abu Bakar As-Shiddiq, di propinsi Yamamah ada juga Musailamah Al-Kadzdzab yang mengaku sebagai nabi bahkan didukung penuh oleh orang-orang di daerahnya. Musailamah kemudian dibunuh oleh Wahsyi pada pertempuran Yamamah.
Kenapa aliran sesat begitu mudah berkembang di negeri ini yang mayoritas muslim .setidaknya ada beberapa jawaban antara lain :
1. Karena mencari hidayah Allah dengan cara yang salah: bertapa dan merenung.
Islam tidak mengenal bertapa. Ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dapat melalui shaum, tahajjud dan dzikir. Justru ketika bertapa atau merenung, syaitan akan lebih mudah masuk, sampai-sampai ada orang yang mengaku menjadi nabi.
2. Karena ada orang yang dipuji secara berlebihan, dikultuskan, dianggap suci.
3. Ujung-ujungnya duit, atau hal porno.
Ada pula aliran sesat yang tujuannya mengumpulkan harta, salah satunya LDII. Mereka punya baiat setelah syahadat, harus patuh kepada imam jauh di atas kepatuhan terhadap orang tua dan kepada suami (bagi wanita). Bentuk kepatuhan tersebut juga dapat berupa pengalihan nama surat-surat tanah menjadi milik imam atau guru, sehingga si imam menjadi orang yang sangat kaya dengan kekayaan yang berasal dari muridnya. Ada pula aliran di Jawa Barat yang cara ibadahnya ialah di dalam kegelapan, cenderung kepada perdukunan. Setelah diteliti, ternyata mereka beribadah tanpa busana, sungguh hal yang sangat jauh dari petunjuk Allah Swt, naudzu billah min dzalik. Ujung-ujungnya tentu agar si imam dapat memilih wanita sesuka nafsunya, sangat jauh dari ajaran Islam.
4. Penyebaran da’wah belum merata.
5. Pengaruh materi
Karena miskin harta dan miskin aqidah, maka dengan mudah orang akan menggadaikan bahkan memperjual belikan aqidahnya. Hal ini pernah disinyalir oleh Rasulullah dalam sabdanya:
“Menurut penuturan Abu Hurairah ra. Rasullulah pernah bersabda : segeralah kamu melakukan amal saleh sebelum datang suatu masa dimana penuh dengan fitnah yang membawa suasana menjadi gelap gulita laksana tengah malam yang pekat pada pagi hari seseorang masih beriman, namun esok paginya dia sudah menjadi kafir, karena menjual agamanya dengan sedikit kekayaan dunia”. (HR. Muslim) Apa yang disinyalir nabi nampaknya telah menjadi kenyataan. Di antara mereka yang tampil menjadi pemimpin yang sesat dan menyesatkan itu adalah untuk memperkaya diri dengan membodohi pengikutnya. Ini dilakukan dengan memungut bayaran atau iuran yang banyak dengan iming-iming penghapusan dosa atau menjanjikan surga.
6. Lemahnya kontrol pemerintah
Walaupun suatu aliran sudah di nyatakan sesat oleh MUI, dan ditolak oleh masyarakat Islam karena meresahkan, namun setelah itu aliran-aliran sesat tersebut tetap saja masih leluasa bergerak dan menyebarkan paham yang mereka anut. Ini bisa terjadi karena lemahnya kontrol dan tidak tegasnya pemerintah. Di zaman Abu Bakar r.a juga pernah muncul nabi palsu. Namun Abu Bakar cepat bergerak memerangi sampai keakar-akarnya.Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi maraknya paham dan aliran sesat yang berkembang agar umat bisa selamat antara lain :
a. Kembali kepada Alquran dan Sunnah
Agar kita bisa selamat dari tipu daya aliran sesat.Tidak ada jalan lain dengan cara membentengi aqidah serta kembali kepada Alquran dan Sunnah, mempelajarinya dengan serius dan bersungguh-sungguh. Juga menjadikannya pedoman dan panduan dalam segenap aspek kehidupan kita sebagaimana ayat Allah:
“Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”.(QS Al isra : 9)
b. Menyiapkan kader ulama
Kelangkaan ulama yang telah menyebabkan maraknya perkembangan aliran sesat dapat diantisipasi dengan berusaha secara bersama menyiapkan kader ulama yang mendalami dan menguasai ilmu keislaman. Di samping itu masyarakat juga harus berhati-hati dalam memilih dan memilah pengajian yang akan diikuti. Harus di pastikan benar ulama yang membimbing pengajian tersebut memiliki ilmu agama yang mendalam dan memiliki kepribadian Islam serta taat beribadah dan memiliki akhlak yang mulia.
c. Meningkatkan pendidikan agama
Kepada pemerintah kita sangat berharap agar lebih menambah jumlah jam pendidikan agama di sekolah mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Ini bertujuan agar anak-anak kita mendapatkan bekal pendidikan agama yang memadai untuk diamalkan dan guna membentengi diri dari berbagai aliran sesat. Juga tentunya orang tua sangat berperan dalam hal ini agar lebih serius dalam mendidik anak.
d. Meningkatkan pembinaan aqidah
Untuk membentengi diri dari aliran sesat maka aqidah umat harus diperkuat. Aqidah yang murni bersumber dari alquran dan hadis. Begitu pentingnya aqidah tidak kurang selama 13 tahun di Mekah kesibukan utama Rasullullah adalah membina aqidah umat, menanamkan bibit aqidah kedalam lubuk hati manusia sehingga benar kokoh.
e. Bersikap tegas
Ketegasan pemerintah menjadi salah satu kunci agar aliran sesat tidak lagi marak berkembang di negeri ini. Karena jika pemerintah tidak tegas maka aliran sesat akan semakin mengkhwatirkan perkembangannya. Bahkan tidak mustahil suatu waktu akan muncul aliran sesat yang mengancam keutuhan NKRI (Negara kesatuan republik Indonesia) yang kita cintai ini.
Pepatah mengatakan “Mati satu tumbuh seribu, patah tumbuh hilang berganti”.. Besok ini aliran apa lagi yang muncul ya??
Tuesday, December 23, 2008
Tau Nggak sih sejarahnya Hari Ibu itu?
Teman-teman tau nggak sih sejarahnya Hari Ibu? Pada tulisan kali ini saya akan mencoba berbagi pengetahuan tentang bagaimana sejarah peringatan Hari Ibu di Indonesia. Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Dalam perkembangannya, sekarang Hari Ibu di Indonesia seringkali dirayakan dengan membuat pasar amal, lomba memasak, lomba merangkai bunga, lomba berbusana nasional atau kebaya, dan lain-lain yang sifat kegiatannya keibu-ibuan.Apa iya ya, kalau peringatan Hari Ibu itu harus diisi dengan kegiatan seperti itu? Penting nggak sih, diperingati? Bisa nggak sih, diisi dengan kegiatan yang sifatnya lebih kreatif, misalnya lomba menulis cerpen kah, menulis karya ilmiah kah, atau mungkin seminar, yang penting esensinya adalah memberikan penghargaan kepada kaum ibu. Bukankah ibu-ibu sekarang sudah lebih maju dari pada tempo dulu?
Di Indonesia hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Senin 22 Desember 2008 ini, perempuan Indonesia tengah merayakan hari jadinya yang ke-80. Hari ibu kali ini terasa agak berbeda. Sebab beberapa peristiwa terjadi di tengah masyarakat, yang sedikit banyak menyangkut perempuan. Kekerasan pada dan oleh anak yang dipicu tayangan kekerasan di televisi, anak yang terpapar pornografi, angka kematian ibu, aborsi,naiknya harga kebutuhan pokok adalah sejumlah masalah yang tak lepas dari keseharian perempuan. Mentri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengatakan : "Jangan lihat perempuan sebagai beban namun sebagai aset. Dan perempuan janganlah bergantung pada pria, tapi jadikan pria sebagai mitra" .
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dalam Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta (2 bulan setelah Sumpah Pemuda), di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandala bhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Tujuan kongres ini untuk adalah untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan perempuan Indonesia dan menggabungkan organisasi-organisasi perempuan Indonesia dalam suatu badan federasi yang demokratis tanpa memandang latar belakang agama, politik, dan kedudukan sosial dalam masyarakat. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Kemudian melalui Dekrit Presiden No 316 tahun 1959 Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan diperingati secara nasional hingga kini. Jika di Indonesia, Hari Ibu diperingati tanggal 22 Desember, di Amerika dan Kanada Hari Ibu atau yang lebih dikenal disana dengan Mother’s Day diperingati pada minggu kedua bulan Mei.
Saya harap Hari Ibu tahun ini bisa dijadikan moment agar kita bisa lebih berbakti kepada ibu kita masing-masing . Betapa bahagianya seorang Ibu apabila memiliki seorang anak yg bisa meraih impian dan cita-cita seperti yg diharapkannya.
Mendengar atau membaca kata “ibu”, yang langsung terbayang dalam pikiran kita pasti sosok perempuan dewasa yang sudah punya anak, minimal sudah menikah. Apakah berarti perayaan Hari Ibu terbatas hanya untuk ibu-ibu? Hanya untuk dan oleh mama-mama? Bagaimana dengan perempuan yang belum menikah dan belum punya momongan?
Melihat tujuan dan hasil kongres tersebut diatas yang lebih menekankan pada perjuangan perempuan Indonesia pada umumnya ketimbang soal ibu, kenapa hari ini gak dinamakan Hari Perempuan saja ya? Hari Ibu dan Hari Anak sudah ada, terus kapan ya ada Hari Bapak Indonesia? Kasihan Bapak-Bapak kan juga banyak jasa dan pengorbanannya..
Dalam perkembangannya, sekarang Hari Ibu di Indonesia seringkali dirayakan dengan membuat pasar amal, lomba memasak, lomba merangkai bunga, lomba berbusana nasional atau kebaya, dan lain-lain yang sifat kegiatannya keibu-ibuan.Apa iya ya, kalau peringatan Hari Ibu itu harus diisi dengan kegiatan seperti itu? Penting nggak sih, diperingati? Bisa nggak sih, diisi dengan kegiatan yang sifatnya lebih kreatif, misalnya lomba menulis cerpen kah, menulis karya ilmiah kah, atau mungkin seminar, yang penting esensinya adalah memberikan penghargaan kepada kaum ibu. Bukankah ibu-ibu sekarang sudah lebih maju dari pada tempo dulu?
Di Indonesia hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Senin 22 Desember 2008 ini, perempuan Indonesia tengah merayakan hari jadinya yang ke-80. Hari ibu kali ini terasa agak berbeda. Sebab beberapa peristiwa terjadi di tengah masyarakat, yang sedikit banyak menyangkut perempuan. Kekerasan pada dan oleh anak yang dipicu tayangan kekerasan di televisi, anak yang terpapar pornografi, angka kematian ibu, aborsi,naiknya harga kebutuhan pokok adalah sejumlah masalah yang tak lepas dari keseharian perempuan. Mentri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengatakan : "Jangan lihat perempuan sebagai beban namun sebagai aset. Dan perempuan janganlah bergantung pada pria, tapi jadikan pria sebagai mitra" .
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dalam Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta (2 bulan setelah Sumpah Pemuda), di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandala bhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Tujuan kongres ini untuk adalah untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan perempuan Indonesia dan menggabungkan organisasi-organisasi perempuan Indonesia dalam suatu badan federasi yang demokratis tanpa memandang latar belakang agama, politik, dan kedudukan sosial dalam masyarakat. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Kemudian melalui Dekrit Presiden No 316 tahun 1959 Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan diperingati secara nasional hingga kini. Jika di Indonesia, Hari Ibu diperingati tanggal 22 Desember, di Amerika dan Kanada Hari Ibu atau yang lebih dikenal disana dengan Mother’s Day diperingati pada minggu kedua bulan Mei.
Saya harap Hari Ibu tahun ini bisa dijadikan moment agar kita bisa lebih berbakti kepada ibu kita masing-masing . Betapa bahagianya seorang Ibu apabila memiliki seorang anak yg bisa meraih impian dan cita-cita seperti yg diharapkannya.
Mendengar atau membaca kata “ibu”, yang langsung terbayang dalam pikiran kita pasti sosok perempuan dewasa yang sudah punya anak, minimal sudah menikah. Apakah berarti perayaan Hari Ibu terbatas hanya untuk ibu-ibu? Hanya untuk dan oleh mama-mama? Bagaimana dengan perempuan yang belum menikah dan belum punya momongan?
Melihat tujuan dan hasil kongres tersebut diatas yang lebih menekankan pada perjuangan perempuan Indonesia pada umumnya ketimbang soal ibu, kenapa hari ini gak dinamakan Hari Perempuan saja ya? Hari Ibu dan Hari Anak sudah ada, terus kapan ya ada Hari Bapak Indonesia? Kasihan Bapak-Bapak kan juga banyak jasa dan pengorbanannya..
Monday, December 22, 2008
Selamat Hari Ibu Mama.......
Kupersembahkan lagu dari Sakha ini untuk mama :
Walau pun mama jauh disana karena anakmu dan suami tinggal di depok aku akan slalu mengenangmu n mendo'akanmu.......
anakmu ini belum bisa membahagiakanmu mama...dan aku juga belum bisa membuktikan ke mama kalo aku anak yang bisa membuat mama bangga. Sampai kapanpun aku tak kan bisa membalas jasa dan pengorbananmu mama. Mungkin cuma satu yang bisa anakmu ini janjikan ke mama sampai kapanpun aku akan selalu sayang dan menggingat kasih sayang mama.
Mama... selamat hari ibu, doakan juga ya supaya anakmu ini secepatnya bisa menjadi ibu dan memberikan cucu untuk mama...
Selamat Hari Ibu...semoga para ibu akan menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya...Amiiin
Sebening tetesan embun pagi, secerahnya sinarnya mentari
Bila ku tatap wajahmu ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku
Air wudhu selalu membasahimu
Ayat suci selalu dikumandangkan,
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra –putrinya
Oh ibuku engkaulah wanita yang kucinta sepanjang hidupku
Maafkan anakmu bila ada salah
Pengorbanannmu tanpa balas jasa
Ya Allah, ampuni dosanya
Sayangilah seperti ia menyayangiku
Berilah ia kebahagiaan di dunia juga di akhirat
Walau pun mama jauh disana karena anakmu dan suami tinggal di depok aku akan slalu mengenangmu n mendo'akanmu.......
anakmu ini belum bisa membahagiakanmu mama...dan aku juga belum bisa membuktikan ke mama kalo aku anak yang bisa membuat mama bangga. Sampai kapanpun aku tak kan bisa membalas jasa dan pengorbananmu mama. Mungkin cuma satu yang bisa anakmu ini janjikan ke mama sampai kapanpun aku akan selalu sayang dan menggingat kasih sayang mama.
Mama... selamat hari ibu, doakan juga ya supaya anakmu ini secepatnya bisa menjadi ibu dan memberikan cucu untuk mama...
Selamat Hari Ibu...semoga para ibu akan menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya...Amiiin
Subscribe to:
Posts (Atom)