Teman-teman tau nggak sih sejarahnya Hari Ibu? Pada tulisan kali ini saya akan mencoba berbagi pengetahuan tentang bagaimana sejarah peringatan Hari Ibu di Indonesia. Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Dalam perkembangannya, sekarang Hari Ibu di Indonesia seringkali dirayakan dengan membuat pasar amal, lomba memasak, lomba merangkai bunga, lomba berbusana nasional atau kebaya, dan lain-lain yang sifat kegiatannya keibu-ibuan.Apa iya ya, kalau peringatan Hari Ibu itu harus diisi dengan kegiatan seperti itu? Penting nggak sih, diperingati? Bisa nggak sih, diisi dengan kegiatan yang sifatnya lebih kreatif, misalnya lomba menulis cerpen kah, menulis karya ilmiah kah, atau mungkin seminar, yang penting esensinya adalah memberikan penghargaan kepada kaum ibu. Bukankah ibu-ibu sekarang sudah lebih maju dari pada tempo dulu?
Di Indonesia hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Senin 22 Desember 2008 ini, perempuan Indonesia tengah merayakan hari jadinya yang ke-80. Hari ibu kali ini terasa agak berbeda. Sebab beberapa peristiwa terjadi di tengah masyarakat, yang sedikit banyak menyangkut perempuan. Kekerasan pada dan oleh anak yang dipicu tayangan kekerasan di televisi, anak yang terpapar pornografi, angka kematian ibu, aborsi,naiknya harga kebutuhan pokok adalah sejumlah masalah yang tak lepas dari keseharian perempuan. Mentri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengatakan : "Jangan lihat perempuan sebagai beban namun sebagai aset. Dan perempuan janganlah bergantung pada pria, tapi jadikan pria sebagai mitra" .
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dalam Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta (2 bulan setelah Sumpah Pemuda), di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandala bhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Tujuan kongres ini untuk adalah untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan perempuan Indonesia dan menggabungkan organisasi-organisasi perempuan Indonesia dalam suatu badan federasi yang demokratis tanpa memandang latar belakang agama, politik, dan kedudukan sosial dalam masyarakat. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Kemudian melalui Dekrit Presiden No 316 tahun 1959 Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan diperingati secara nasional hingga kini. Jika di Indonesia, Hari Ibu diperingati tanggal 22 Desember, di Amerika dan Kanada Hari Ibu atau yang lebih dikenal disana dengan Mother’s Day diperingati pada minggu kedua bulan Mei.
Saya harap Hari Ibu tahun ini bisa dijadikan moment agar kita bisa lebih berbakti kepada ibu kita masing-masing . Betapa bahagianya seorang Ibu apabila memiliki seorang anak yg bisa meraih impian dan cita-cita seperti yg diharapkannya.
Mendengar atau membaca kata “ibu”, yang langsung terbayang dalam pikiran kita pasti sosok perempuan dewasa yang sudah punya anak, minimal sudah menikah. Apakah berarti perayaan Hari Ibu terbatas hanya untuk ibu-ibu? Hanya untuk dan oleh mama-mama? Bagaimana dengan perempuan yang belum menikah dan belum punya momongan?
Melihat tujuan dan hasil kongres tersebut diatas yang lebih menekankan pada perjuangan perempuan Indonesia pada umumnya ketimbang soal ibu, kenapa hari ini gak dinamakan Hari Perempuan saja ya? Hari Ibu dan Hari Anak sudah ada, terus kapan ya ada Hari Bapak Indonesia? Kasihan Bapak-Bapak kan juga banyak jasa dan pengorbanannya..
Tuesday, December 23, 2008
Monday, December 22, 2008
Selamat Hari Ibu Mama.......
Kupersembahkan lagu dari Sakha ini untuk mama :
Walau pun mama jauh disana karena anakmu dan suami tinggal di depok aku akan slalu mengenangmu n mendo'akanmu.......
anakmu ini belum bisa membahagiakanmu mama...dan aku juga belum bisa membuktikan ke mama kalo aku anak yang bisa membuat mama bangga. Sampai kapanpun aku tak kan bisa membalas jasa dan pengorbananmu mama. Mungkin cuma satu yang bisa anakmu ini janjikan ke mama sampai kapanpun aku akan selalu sayang dan menggingat kasih sayang mama.
Mama... selamat hari ibu, doakan juga ya supaya anakmu ini secepatnya bisa menjadi ibu dan memberikan cucu untuk mama...
Selamat Hari Ibu...semoga para ibu akan menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya...Amiiin
Sebening tetesan embun pagi, secerahnya sinarnya mentari
Bila ku tatap wajahmu ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku
Air wudhu selalu membasahimu
Ayat suci selalu dikumandangkan,
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra –putrinya
Oh ibuku engkaulah wanita yang kucinta sepanjang hidupku
Maafkan anakmu bila ada salah
Pengorbanannmu tanpa balas jasa
Ya Allah, ampuni dosanya
Sayangilah seperti ia menyayangiku
Berilah ia kebahagiaan di dunia juga di akhirat
Walau pun mama jauh disana karena anakmu dan suami tinggal di depok aku akan slalu mengenangmu n mendo'akanmu.......
anakmu ini belum bisa membahagiakanmu mama...dan aku juga belum bisa membuktikan ke mama kalo aku anak yang bisa membuat mama bangga. Sampai kapanpun aku tak kan bisa membalas jasa dan pengorbananmu mama. Mungkin cuma satu yang bisa anakmu ini janjikan ke mama sampai kapanpun aku akan selalu sayang dan menggingat kasih sayang mama.
Mama... selamat hari ibu, doakan juga ya supaya anakmu ini secepatnya bisa menjadi ibu dan memberikan cucu untuk mama...
Selamat Hari Ibu...semoga para ibu akan menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya...Amiiin
Subscribe to:
Posts (Atom)